Sabtu, 10 Januari 2009

Tokoh Yahudi Pun Berbicara



BRISBANE, SABTU — Dalam aksi solidaritas untuk warga Palestina di Brisbane, Australia, sejumlah tokoh bergantian menyampaikan orasi. Bukan hanya tokoh muslim dan Kristen, tokoh Yahudi pun angkat bicara. Mereka memberikan pandangan tentang krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

Mereka adalah Yusuf Peer (imam masjid di Brisbane), Fater Terry Fitzpatrick (pastor di Gereja Katolik St Mary Brisbane) dan Margot Salom (tokoh perempuan Yahudi).

Musisi setempat, Robert Dunn, turut menyampaikan keprihatinannya pada nasib anak-anak Palestina yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan Israel melalui lagu karangannya. Diiringi petikan gitarnya, ia melantunkan lagu yang diberi judul "Palestine".

Demonstrasi anti-Israel yang diisi dengan aksi pawai di jalan ini merupakan yang kedua di Brisbane setelah aksi yang sama tanggal 3 Januari. Pada aksi pertama 3 Januari yang berlangsung di tengah hujan lebat dan hanya diikuti beberapa ratusan orang itu, massa tidak turun ke jalan. Mereka hanya mengikuti rangkaian orasi di areal taman Queen yang terletak di simpang jalan Elizabeth dan George.

Gelombang aksi demonstrasi anti-Israel di Australia berlangsung sejak 29 Desember lalu. Selain di Brisbane, aksi yang sama juga terjadi di Sydney, Melbourne, dan Perth selama dua pekan terakhir.

Pada aksi demonstrasi 29 Desember 2008 yang berlangsung di depan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Sydney, ribuan orang demonstran sempat mengecam pernyataan Wakil Perdana Menteri Australia Julia Gillard yang mendukung aksi militer Israel di Gaza.

Dalam konflik Israel-Hamas ini, Pemerintah Australia membela aksi militer Israel di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Sebaliknya, Pemerintah Australia menganggap Hamas organisasi teroris. Namun, Canberra juga prihatin dengan implikasi buruk yang ditimbulkan konflik kedua pihak terhadap rakyat di wilayah masing-masing.

Media Australia mencatat bahwa serangan roket Hamas ke wilayah Israel selama lebih dari delapan tahun terakhir diperkirakan hanya menewaskan 19 hingga 21 warga Israel.

Sebaliknya, selama periode waktu yang sama, serangan-serangan militer Israel ke wilayah Palestina menewaskan sedikitnya 3.000 orang. Bahkan, aksi militer Zionis Israel yang berlangsung selama dua pekan sejak 27 Desember 2008 telah menewaskan lebih dari 700 orang warga Palestina di Jalur Gaza dan melukai ribuan orang lainnya.

sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar